
Wah, sepertinya aku telat posting nih. MUM day 2, 7 November 2009. Sayang saat hari ke-2 itu aku gak bisa ikut acara secara lengkap karena mulai pagi udah ada kerjaan di Swissbel buat setting system integrasi untuk internet di hotel itu. Alhasil aku bisa datang ke MUM sekitar pukul 15.30 WIB. Untungnya masih kebagian pembahasan mengenai RB 750 G oleh Sergeijs dan satunya lagi membahas Mikrotik with 3G/GPRS modem oleh Arnis.
RB 750 G ini merupakan RouterBoard baru dari Mikrotik. Fitur-fiturnya hampir sama dengan RB 450 G. Namun RB ini dibungkus 0leh casing plastik. Processornya berkekuatan 600-an MHz dengan 5 port Gbit ethernet yang per-port-nya mampu menghandle bandwidth hingga 500-an Mbps, hmmm… cukup keren… Harga? Murah saja, hanya USD 69.99
Beralih ke pembahasan Arnis mengenai 3G/GPRS network untuk dipakai menggunakan Mikrotik. Pada dasarnya simple aja, 3G modem atau sim card yang telah mendukung 3G maupun GPRS, dapat kita pakai sebagai link internet yang digabung dengan router Mikrotik. Sehingga kita dapat menggunakan link 3G/GPRS sebagai backbone link untuk lokasi yang tidak terjangkau oleh network kita namun masih dapat dijangkau oleh sinyal handphone. Ada beberapa tipe RB yang telah mempunyai slot sim card. Namun ada juga yang tidak. Untuk yang tidak punya slot sim card, kita dapat memakai usb port yang digabung dengan 3G modem yang sekarang sudah menjamur di pasaran. Ada salah satu fitur unik untuk implementasi hal ini, yakni pemanfaatan sms. Dengan adanya 3G/GPRS ini kita dapat menerima maupun mengirim sms ke hp kita. Fitur ini memungkinkan router untuk mengirim notification apabila ada link utama kita yang mati, jika 3G/GPRS ini dijadikan backup link. Dia juga mampu menjalankan script dari sms yang kita kirim. Untuk percobaan di lapangan aku masih belum mencobanya. Apabila udah berhasil aku akan share di blog ini lagi.
Sekian cerita-cerita MUM tahun ini di Jakarta. Dan yang pasti acara ditutup dengan makan-makan, hehe… Itadakimasu…


